Sabtu, 29 Januari 2011

...some people want it all, but i dont want nothing at all if i aint got u..

Sudah lama tak kuinginkan apa-apa
Karena aku tak mendapatkanmu

Aku tak ingin apa-apa

Sampai aku jatuh cinta lagi

ingin kumiliki -ruth sahanaya

Mungkin kumiliki seluruh cintamu ?
Kusadari semua itu anganku
Kuingin katakan hanyalah dirimu
Yang melukis warna mimpi hatiku

Ingin kumiliki dengan sepenuh hati
Walau kuharus setengah terluka mengharapkan cintamu
Ingin kusayangi tanpa terbagi lagi
Apakah mungkin menjalin kasih bila aku tak tahu bagaimana kau mencintai diriku ?

Senin, 03 Januari 2011

hujan kenangan

ada yang sibuk menghujaniku dengan kenangan, beberapa hari ini. mengalir terus lewat pesan-pesan di hapeku meski tak pernah kubalas. sibuk menghujaniku dengan kerinduan, tak peduli apakah aku masih menjadi aku yang dikenalnya atau tidak.

aku bukan orang yang terpaku pada masa lalu. semoga.

begitu panjangnya perjalanan akan luka-luka yang saling kami derakan pada satu sama lain, membuatku terbiasa dengan semua itu. pun menanggapi janji-janjinya, harapan-harapannya, kerinduan-kerinduannya, keinginan-keinginannya dengan biasa-biasaa. waktu akan memilahkan jalan ke hadapanku saat-saat aku tak ingin memutuskan apa-apa. suatu hari nanti aku akan melangkah, entah ke mana dan karena apa. suatu hari nanti aku pasti memutuskan sesuatu. tapi tidak saat ini, tidak saat aku tidak ingin. aku ingin melihat apa yang diberikan waktu, jalan baru untuk beranjak dari jalan ini atau tetap berada di jalur yang sama. aku tak ingin dikekang apa-apan tidak juga oleh perasaanku dan keterikatanku pada masa lalu. aku tak ingin dibatasi apa-apa, aku tidak menjanjikan akan menunggu. aku akan pergi jika harus dan atau jika aku mau. pada akhirnya selalu tak bisa kujanjikan apa-apa.
hujan kenangan beruntun di hari-hari ini ingin menggugahku saat aku berpikir bahwa seandainya waktu berputar kembali dan segalanya bisa kumiliki, mungkin hanya dialah yang tidak kuinginkan. begitu banyak yang dia beri dan kuberi dalam hidup kami, cinta berubah menjadi sebuah kemitraan yang menyenangkan, lalu tiba-tiba semua berubah jadi kenangan paling hitam saat perpisahan mengambil peran. kini, pada saat semua hal yang telah dikemukakan merubah cinta dan keinginan untuk memiliki menjadi dua kutub yang berbeda, dia datang kembali mengharapkan peran yang sama seperti pada kenangan atau mengharapkanku menepati janji padahal dia telah berkali-kali ingkar. sesuatu yang belum tentu bisa kuberikan atau belum tentu ingin kuberikan dengan sukarela. aku orang yang memaafkan, bukan melupakan.
setiap peran punya waktu dan posisi pentingnya masing-masing. sejujurnya, aku tak tahu peran untuknya dalam hidupku sekarang ini. sejujurnya, aku tidak tahu apakah aku menginginkannya. tapi kejujuran yang paling membuatku tak bisa berbuat banyak untuknya kali ini adalah sesungguhnya aku tidak tahu harus menyikapinya apa. tak tahu harus bagaimana dan berbuat apa. sudah lama tak kuinginkan apa-apa.

jadi, kubiarkan saja waktu mengajukan jalan-jalan baru atau jalan-jalan dengan jalur-jalur sama. entahlah. aku juga sedang tidak menginginkan apa-apa.

Minggu, 02 Januari 2011

biar

tinggal dua kait yang menjembatani realitaku dan realitamu
kubiarkan begitu, kubiarkan berlalu
sampai perih itu pergi dari hatimu, dari kepalaku dan
aku tak bertanya kenapa

Sabtu, 01 Januari 2011

hujan : xapi

pada hujan ke sekian dalam hidupku : aku menari
tanah basah yang menebar aroma ketenangan
gerimis yang berubah jadi rapat

ada hujan yang begitu kucintai, meski aku lebih suka bicara tentang gerimis
hujan yang sebentar. hujan selalu cuma sebentar.

lalu musim berganti. begitu kalut di awalnya tapi mesti berganti.
musim panas yang kutunggu.
menelan seluruh musim yang hilang dalam sebuah lubang.

gerimis kurindu, hujan punah sudah. matahari merayap di
sepanjang musimnya. menjelaga di kulit-kulit.
musim panas yang menisik rapi setiap lukaku.

lalu datang musim hujan kembali. hujan baru.
aku tak lagi ingin menari. musim hujanku sudah berlalu.
hujan yang ternyata sebentar.

paling tidak kulihat gerimis sebelum hujan.

gerimis : ro

gerimis. dan hujan yang kuacuhkan.
kupandang tempias hujan pada sepatu dan celanaku.
anak-anak hujan yang bermain hujan-hujanan.

gerimis akan selalu membawaku pada kenangan akanmu.
dibaluti gerimis yang sedih, langit yang mendung,
udara yang tak menggejala.

saat mulai hujan biasanya aku akan berlindung
pada ketiak orang-orang yang tak lagi bebas
berjalan menjauhi suara hujan menyusuri lorong

sampai pada gerimis berikutnya
gerimis yang senantiasa mengingatkanku
pada kenanganmu


nb : kau tahu, aku tak suka hujan-hujanan. kupandangi hujan sebentar, berdoa dalam hati, lalu kuacuhkan. toh hujan cuma sebentar. semoga doa terkabulkan.