Tampilkan postingan dengan label killing me softly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label killing me softly. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

Kepada: 2009

Message:
"I wanted you to fight for me
I wanted you to chase after me
But instead you just watched me leave"

Membaca pesan yang kuterima dan aku tersenyum sedih.

Katakanlah padaku sekali lagi, cinta saja itu cukup. Akan kucoba meyakinkan diri, bahkan dalam mimpi akan kuulangi. Bahwa dengan cinta saja aku telah punya segala yang kuimpikan, dari banyak hal yang kuperjuangkan sekian tahun aku hidup.

Katakan bahwa cintaku padamu sudah cukup untuk menghidupi hatiku memintal benang demi benang kehidupan. Hingga aku tak perlu merasa pilu saat di sana kau bisa memeluk orang lain sedang aku sibuk memetakan rasa. Dan aku tak usah tersedu saat memikirkanmu sedang di sana kau memikirkannya.

Katakan padaku ada yang lebih egois dari pada cinta. Katakan bahwa ada yang lebih merusak diri dari keinginan untuk memiliki tanpa kemampuan mengendali diri. Katakanlah bahwa aku duduk di singgasana yang benar, memberikan kekuasaan padamu untuk merajalela mencuri dan sekali lagi mencuri dariku. Curilah cintaku padamu dariku, bawa ia dalam peti agar bisa ikut ke manapun kau pergi. Bawa saja jasad yang tak ingin kulihat lagi.

Oh kekasih, seandainya kau tahu betapa kerasnya aku mencoba. Begitu naif di usia dua lima dan kau dogmakan padaku rasa yang ingin kau rasakan mengenai rasaku padamu. Sedang masing-masing kita memiliki rabun jauh yang beda, bagaimana bisa kau paksakan aku melihat apa yang kau lihat? Kau bilang cinta saja cukup untuk kita, sungguhkah itu cukup untukku?

Kalau toh cintaku saja cukup buatmu, mengapa kau sibuk menghidupi cinta yang lain?

Sebelum aku terjatuh makin dalam, katakan padaku sekali lagi bahwa cinta saja itu cukup. Biar aku meresapi tiap kata yang kau pilih dan aku memang sudah kepalang tanggung. Aku akan menangis untukmu, merenungi permintaanmu yang mustahil, akhirnya aku memutuskan tak mampu. Caramu terlalu sulit untukku.

Katakanlah bahwa aku tak pernah bahkan untuk mencoba berjuang untukmu. Aku takkan pernah membantahmu. Bagaimana bisa aku membantah dengan lidah kelu?

Reply:
"Because, before you, fall in love at the first sight has never felt as good as the first time. I am not your first. You are my sudden."

Jumat, 17 Mei 2013

Kepada: Rasa Antah Berantah yang Menyerangku Hari Ini

Bingung harus menulis apa. Kata Erna kalau aku galau itu berarti aku kebanyakan pikiran.

Pikiran apa? Itu tak berhasil kuurai sampai malam ini. Jadi aku melamun, ditemani lagu-lagu yang tak pernah menjadi pilihan favorit di play list.

Aku payah untuk beberapa hal. Beberapa hal itu termasuk memahami keinginanku. Lebih sering aku memendam dan menjauhi keinginan, sebab aku ingin menjadi rasional. Menjadi perempuan yang tak menuruti hormon saja.

Mengirimkan sejumlah data ke bawah sadarku dan itu masih tak membuatku tenang. Ada apa denganku, Tuhan?

I miss Bu Diah a lot. Bukan rindu yang terlarang, aku tiba-tiba rindu pada kebebasan yang ditawarkan Bu Diah dan Hyan. Saat aku benar-benar tahu apa yang kuinginkan, dan apa yang kuinginkan tak mungkin bisa kudapatkan. Setidaknya aku tahu apa yang kuinginkan.

Mungkin di satu pihak aku merasa ternyata hidupku ini membosankan. Naik-turun pada roda yang sama. Ingin melompat pada perputaran lain tanpa mempengaruhi roda yang saat ini kujalani.

Aku beralih pada facebook orang lama, yang menawarkan cerita masa lalu yang tidak ada hubungannya sama sekali denganku. Ceritanya runut, tidak menarik tapi menyenangkan. Aku orang yang menghargai kenangan meski menolak larut di dalamnya. Elang terbang sendiri. Mereka yang terbang sendiri terlihat berkilau malam ini. Bukan orang yang hidup sendiri, tapi yang hidupnya berputar menjauhi diriku. Menceritakan hidupnya tanpa ada aku di dalamnya. Serasa duduk bersama orang asing lalu ia bercerita tentang hal yang tak kutahu asal-muasalnya dan aku mendengarkannya bukan karena itu menarik, hanya itu sesuatu yang baru bagiku, yang memberikan pengajaran entah apa yang penting kusimpan saja. Lalu ia pergi dan kami takkan ingat satu sama lain lagi.

Orang asing sering memberi ketenangan yang aneh untuk duka dalam diriku. Tanpa perlu meninggalkan sisa dupa. Ia tak perlu mengerti atau pura-pura memahamiku, dan aku cuma perlu diam. Beruntung lagi kalau ia tipe yang hanya ingin didengar, tanpa bertanya apa-apa padaku dan aku cuma menawarkan senyum. Senyum yang kutahu tak mampu mengobati perih hatinya kalau ia membawa luka.

Saat-saat ini adalah saat di mana aku merasa hidupku seperti kegaduhan di ruang gawat darurat, dan aku adalah pasien yang berusaha membunuh diri sendiri. Banyak orang yang tak kukenal membantuku mempertahankan hidup sementara mereka yang kucinta malah menjadi alasan utama kenapa aku harus ditolong.

Tidak, bukan berarti malam ini aku sedang merasa tidak enak pada orang-orang tercinta. Hanya sebuah perumpamaan saja, tolong jangan dianalogkan secara keterlaluan.

Bu Diah menjawab message ku dan tiba-tiba aku kepingin nangis.

Tuhan.

Aku merasa tidak bisa bernafas untuk sepuluh detik.

Masih aku tak bisa mengurai rasa apa ini yang menghantuiku hari ini.

Senin, 02 Juli 2012

jalanan, n1nna...

aku mulai merasa, semakin hari aku mendekati saat membuat keputusan penting dalam hidupku. sesuatu yang selalu bisa kuhindari, selalu bisa aku berlari dari, sekarang kusadari betapa pentingnya ia untuk menjadi pijakan masa depanku. dan aku menangis jauh sebelum aku sampai di persimpangannya.

itulah, aku selalu takut dengan masa depan.

aku tak takut tantangan, ada mantera "ini pasti akan terlewati juga" yang bisa kuulang-ulang dan terbukti khasiatnya, yang membantuku melewati hari satu-satu. berhari-hari kunyanyikan big girls dont cry, 

"The path that I'm walking
I must go alone
I must take the baby steps 'til I'm full grown"

berulang-ulang sampai hatiku pedih dan menangis, dengan aroma pengakuan bahwa aku harus membuat keputusan cepat atau lambat di persimpangan itu nanti.

TIME MAKES YOU BOLDER,
CHILDREN GET OLDER
AND I'M GETTING OLDER, TOO.

ya, akupun menua pada akhirnya, membawaku pada persimpangan yang selalu kujauhi.

berkali-kali mengulang serial glee dan mendapatiku berperang batin yang sama, mau dibawa ke mana hidup kita? quo vadis, n1nna? akan berkembang menjadi seperti apa lagi, hey, diriku sendiri?

so much to learn, so much to try


Tuhan, tahu apa aku tentang masa depan?

"Where shall I go? To the left where nothing's right or to the right where nothing's left?"

Kamis, 19 Januari 2012

set adrift on memory bliss

Aku seperti lupa, berapa lama kita tak jumpa, seperti sudah selamanya. Selamanya sudah berlalu, tinggal aku menatapmu di kejauhan, stelan jas formal membungkus rapi tubuh rampingmu. Aku sampai lupa kalau kamu lebih tinggi dari aku, tujuh senti kurang lebih. Banyak yang sudah kulupakan tentang kamu, aku lebih tertarik untuk mengenal kamu yang sekarang ini ada di hadapanku. Kamu yang sekarang.

Barangkali agak menyenangkan juga, kita berdua sama-sama terjebak di pulau Dewata untuk menghadiri simposium kerja profesional kita. Tapi, aku cuma asisten di sini dan kamu, apa ya kamu, petugas keamanan mungkin? Kamu pasti akan mengulang kata 'petugas keamanan' dengan kata-kata yang santai dan penuh canda. Aku selalu suka cara bercandamu yang itu. Cara bercandamu yang membuatku tersipu.

Dan malam tiba, aku tahu kamu pasti tidak tahan untuk tidak mendekatiku. Kamu memang cukup agresif, dan ingatanmu yang kuat tentu belum melupakan kisah cinta seumur jagung kita waktu sekolah dulu. Lihat dirimu, senyum lebar penuh percaya diri, androgini yang anggun, berambut panjang, sedikit mengembang bekas di sasak sana-sini, kulit kering karena rajin mandi air hangat, rambut agak rusak karena banyak dimodif untuk pesta, tapi senyummu tetap tak berubah. Dan yang paling kusuka adalah senyummu.

Bertemu denganku hanyalah alasan kedua kamu di sini, seperti juga alasanku karena aku tidak tahu kalau akan bertemu kamu di sini. Semuanya terasa asing, kamu seperti makhluk baru bagiku, bukan karena kamu jauh berubah. Aku seperti lupa kamu pernah ada di hidupku. Rasanya sudah lama sekali padahal aku baru mau menginjak 28 tahun. Tidak selama itu, bukan? Aku tidak keberatan, aku masih menyukaimu di pandangan pertama, apalagi kamu memberi bonus senyum manis yang tak terjadi di pertemuan kita pertama dulu. Begitu menyenangkan sampai aku lupa cincin yang mengikat jari manismu. Apa itu dosa yang paling manis? Dosa yang tercatat dengan jari manismukah? Aku mabuk kepayang, aku lupa daratan. Aku lupa ada cinta yang seperti ini dan dalam seminggu semua akan berakhir seperti kisah cinta yang sedih di film drama, aku menangis sendiri sementara kamu memeluk orang lain dan aku hanyalah teman kencan seminggumu di pulau Dewata. Aku tak keberatan, bukankah orang mabuk selalu nyeri kepala setelahnya? Dan itu tidak menghentikan mereka untuk mabuk lagi.

Kita berjalan berhimpitan, kurangkulkan lenganku pada pinggangmu, mencubit gemas sedikit lemak yang bersembunyi di sana. Seminyak, Kuta, Padang-Padang, Benoa, duh terus mana lagi ya? Aku tak peduli latar belakangnya mana, yang penting aku bersamamu. Pelan-pelan melangkahi hari demi hari hingga saat mimpi sedih tiba. Hari terakhir dan senyummu masih sama, tidakkah ada sebersit kesedihan tersirat di hatimu? Mungkin aku tak perlu mengharap demikian, selepas ini kamu punya kekasih lain untuk memelukmu. Sedang aku terbangun dari mimpi sedih mengenang kebersamaan kita. Demikian cinta menjadi begitu memabukkan, memisahkan hati dari logika, selalu begitu kalau tentang kamu.

Dan aku terbangun dari mimpi sedih itu ini malam.


~inspirasi: patah hatinya boneng

a very sad movie-like dream

after a conversation via ym with a broken-hearted boneng, last night i dreamt about tough moments.

it was tough, woke up crying.

it's hard being denied after being loved but, its better find out now than never. life's still going on, dont narrow minded and never say regret.

Minggu, 06 November 2011

After the dream of May

terasa sudah gemuruh
pada ombak-ombak
menghapus nama-nama pada pepasir

setelah mimpi di bulan mei
seutas ilusi runtuh ke bumi

tampaknya bukan soal sudi tak sudi
jika kamu, May, mengalir saja
berdiam saja

dan waktu terasa betul membunuhku
kali ini, sungguh, diamlah sebentar
diamlah sementara
sudah diam, kamu

aku tak sudi kamu persetankan

Kamis, 27 Oktober 2011

ive had enough



ada satu hal luar biasa yag paling kupelajari dari magangku ini. sistem. hebatnya sebuah sistem yang benar dan mengerikannya terjebak pada sistem yang payah. sistem magang di sekolahku payah (sekali), sehingga tak bisa konsen belajar karena lebih sibuk bekerja dan kecapekan. cakap tapi bego. dan aku magang pada pusat pendidikan terbaik dan menjadi rujukan indonesia timur.

beberapa teman begitu mengagumkan, sanggup sekolah, magang, sambil merawat keluarga dan mencari uang. beberapa yang lain hidup dengan sekolah, magang, sambil digerogoti kanker, ada yang dirinya sendiri ada yang pasangannya. kadang mereka cuti untuk menjalani kemoterapi, bertahan hidup. aku? tak ada satu titik kehebatan apapun yang bisa kubanggakan dari menjadi aku. aku lajang, dengan seorang partner yang hebat, dia menjadi tulang punggung keluarganya dan masih sanggup meladeni kemanjaanku, tiap wiken melintas kota untuk menemuiku, kadang-kadang wikday pun dia lakukan saat kumat childishku.

ada begitu banyak hal yang gagal kusyukuri dari menjadi aku yang sekarang. aku lajang, dengan partner yang begitu care dan mencintaiku, dan aku tak punya beban untuk mencari uang atau bertahan hidup atau merawat keluarga. cuma sekolah dan magang. titik. meski karena terpaksa.

sekolah, dan magang di dalam kurikulumnya, adalah hal paling masuk akal yang logis bin reasonable bagiku untuk meningkatkan hajat hidup di kemudian hari. harapanku, setelah aku lulus aku dapat bekerja dengan rileks sambil merawat keluarga (atau hidup bahagia bersama partner). dan menjadikan uang bukan masalah besar, alias makmur. tapi, kepribadianku yang katanya niken adalah posmo, seolah-olah bertolak belakang dengan semua hal logis yang telah dikemukakan. aku tak merasa menjadi logis adalah jawaban untuk menjalani hidup, and im not happy about it. dan mengikuti kata hati, aku yakin, juga tidak akan membahagiakanku. lantas, quo vadis parikesit n1nna?

kontradiktif, itulah aku (dan niken menjulukiku posmo).

peristiwa-peristiwa yang terjadi seputar magangku memicu pertanyaan quo vadis ini. penyebabnya, meski cuma trigger, adalah sistem bejat di tempat magang dan betapa sulitnya menjadi manager yang tiap langkahnya menabrak dinding-dinding bernama supervisor, anak buah dan, kembali lagi, sistem. sampai detik ini, hatiku masih meradang akan peristiwa-peristiwa itu, cukup menangis, cukup berdarah. cukup. cukup. ive had enough, aku cuma ingin menjalani dengan penuh damai dan menolak menjadi pimpinan lagi.

dan Tuhan, beri aku kekuatan untuk menerima apa yang tidak bisa kurubah. aamiin.

Rabu, 01 Juni 2011

lihat aku, sayang

jalanan panjang sudah berlalu
jalan makin berliku
hati kita berlindung di balik genggaman tangan

dan kau berikan pada yang lain
pada sekian tikungan kita jajaki

kau percaya?
kulakukan apapun untukmu
aku, sayang, satu-satunya yang menjaga hati di antara kita
sementara kau semena-mena menawarkan airmata pada hati lain

"biarkan aku menjaga perasaan ini
menjaga segenap cinta yang telah kau beri"
lihat aku, sayang, bukan kau yang menjaga hati

Sabtu, 27 November 2010

pagi dan xapi dan n1nna


Mencintaimu dengan logis, cuma itu perjuangkanku untukmu. Tak bisa memberimu lebih.

Seandainya kamu tahu, betapa kerasnya aku mencoba.

Kamis, 18 November 2010

seandainya aku tidak ada


aku tak pernah tertarik pada kecantikan luar dari seseorang. tapi aku tak tahu apa yang kulihat dari xapi saat pertama kali aku melihatnya beberapa tahun lalu sebelum aku terikat dengan siapapun. aku melihatnya di sebuah lorong rumah sakit. berjerawat, memble, tidak jelas feminin atau tomboy dan tidak sedang melihat ke arahku. tapi hatiku seperti memaksa mataku untuk terus melihatnya. bagiku dia terlihat cantik dengan tatapan mata kosong dan sesuatu dalam pikirannya. dia berjalan di antara teman-temannya.
seperti rasa sukaku yang cuma sekilas pada orang-orang sebelum xapi, aku tak tertarik untuk tahu nama atau bahkan mengingatnya kembali. jatuh cinta punya satu syarat mutlak bagiku, yaitu aku harus kenal orang yang kujatuh-cintai tersebut. bagiku perasaanku ke xapi saat itu cuma naksir, a little crush. kalau kuambil perumpamaan ayu utami dalam bukunya yang berjudul saman,
"…finding a husband is like finding a dining suite that suits both your room and your finances. we venture forth with our specifications and our budget. on the other hand a lover appears out of blue like a painting that unexpectedly captures our heart. we simply must have it and we redesign the whole room to suit it."
orang-orang macam xapi, yang entah muncul dari mana, lalu dalam sekali pandang telah menawan hati adalah contoh dari lovers -kekasih, bagiku di buku itu. orang-orang yang harus kuhindari kalau aku ingin untuk tidak terlalu mencintai seseorang. a little crush adalah tanda bahaya yang mengingatkanku untuk tidak mendekat. barangkali tuhan sedang memberiku pelajaran tentang hal-hal yang selalu kuhindari, tiba-tiba seorang temanku yang kebetulan teman xapi juga, mengajak kami berlibur bersama di kota tempatnya tinggal. kami berlibur berlima, untungnya saat kami dipisah dalam dua kamar aku tidak sekamar dengan xapi.

beberapa bulan setelah liburan itu (dan setelah aku putus dengan mantan), karena aku ditugaskan di sebuah desa beberapa jam dari kotaku, aku menjadi dekat dengannya. medianya adalah nimbuzz yang sama-sama kami punya. dia ratu online, namanya selalu nyala dan berada di tempat yang paling atas. karena aku tipe cewek yang selalu browsing dan kesepian tanpa hiburan di tempat terpencil, tentu saja aku tertarik untuk iseng-iseng menyapanya. anehnya kami bisa akrab di dunia maya, padahal sebelumnya, meski pernah berlibur bersama, kami tak pernah ngobrol tak penting.

sekembalinya aku ke kota, kami hang out bersama teman-teman yang berlibur bersama. beberapa bulan kemudian, kami baru hang out berdua. sering. i need a friend. aku masih benar-benar patah hati saat itu karena mantan, meski kami putus sudah hampir setengah tahun. aku tak pernah memikirkan apa-apa tentang kedekatanku dengan xapi. aku masih dalam keadaan yang vulnerable, tidak logis dan bisa melakukan sesuatu tidak logis pula yang nantinya mungkin akan kusesali. karena itu, sudah pasti aku menjauhi cinta atau hubungan yang kira-kira serupa.
a little crush is an alert. seharusnya aku dengan logis tak pernah dekat dengannya. tapi aku benar-benar sedang tidak logis. everyone says im playing the game with fire, its too late i just caught in my desire. aku sadar betul dengan apa yang sedang ditawarkan xapi padaku. aku nyaris tak peduli dengan dampak setelahnya karena aku berpikir ingin bersamanya saat itu. suatu hari terbukalah tirai antara kami, dia mengaku biseksual.
she's an example of ayu utami's lovers in saman. an alert. katolik, androgini, filthy, sexy, knows what she wants, smart, etc. yang paling penting yang seharusnya aku waspadai adalah appears out of the blue and unexpectedly captures our heart. aku harus berjuang dengan pikiran logisku yang tersisa agar aku tak jatuh cinta padanya.

tapi logika memang mengalahkan perasaan, setidaknya itu tertulis dalam sejarahku dengan xapi. aku memutuskan untuk menghentikan segalanya karena saat itu aku sedang menunggu mantanku untuk memperbaiki keadaannya dan kembali padaku.

dan sekali lagi tuhan memberiku pelajaran. orang yang kupilih untuk kucintai dan aku berusaha setia padanya, mantanku, ternyata menikamku dari belakang bersama seorang teman kami. mantan temanku.

tak terhitung berapa kali aku menyesali ketidakjujuran mantanku dengan mantan temanku padaku, yang membuatku melepaskan xapi dan memilih mantan yang ternyata pengecut dan pengkhianat.

tuhan tak henti-hentinya memberiku pelajaran.

siang ini xapi mengirim kabar melalui blackberry messenger, sebuah foto salah satu bagian tubuhnya yang dia silet sendiri. ini foto kali ke berapa yang telah dikirimkannya padaku akhir-akhir ini. aku sudah menghardiknya agar tidak melakukan itu lagi, itu sama seperti melukai hati dan kala itu dia berjanji untuk tidak melakukannya lagi. lalu aku bilang padanya siang ini bahwa mungkin dia butuh psikolog untuk membantunya, namun dia mengatakan bahwa setelah melukai dirinya sendiri dia merasa suasana perasaannya stabil kembali. itu suatu pertanda bagiku bahwa dia pasti akan mengulangi melukai dirinya sendiri untuk menstabilkan suasana perasaannya saat dia labil.

aku tak bisa tidak memikirkannya. aku mencintainya. dan aku tidak bisa melupakan apa yang telah mantan dan mantan temanku lakukan, yang membuat kami semua tak bahagia. dan entah kenapa aku merasa semua karena keputusanku untuk memutuskan mantan.

semua itu karena keputusanku. aku adalah orang yang punya kans terbesar merusak ikatan rantai yang ada karena semua yang terluka sebagian besar adalah orang-orang yang menyayangiku. aya, vany, niken, rany. xapi. aku sendiri.

maka bila aku bisa meminta sebuah permintaan tentang sesuatu di masa lalu yang ingin kuubah, maka aku akan meminta supaya aku tidak ada.

semoga parikesit n1nna memang hanyalah hantu.

Senin, 15 November 2010

do you know ?

i found our photo yesterday, you know. when we still didnt care bout each other. it was a silly moment and we're wearing the same jacket of our university during that study tour.

i lingered for a moment to see the picture of us, then i cropped it, made it a little more intimate. made it just you and me there.

im desperate. am i still in love with you ?

my feelings were just like vintage photos i took with you and other friends, seem so old but the feelings are still so strong for me.

you know, i climb the wall. i can see the edge from up above here, but i cant seem to take the fall. i know your number but i just cant call you easily, i can never talk to you so easily did you realize that ?

my crazy feelings must stop. i need to get over you.

Jumat, 12 November 2010

恋人よ (koibito yo) -mayumi itsuwa


Kareha chiru yuugure wa
Kuruhi no samusa wo monogatari
Ame ni kowareta benchi niwa
Ai wo sasayaku uta mo nai

The evening autumn leaves flowing
says the cold is coming
There are not any love songs
On a broken chair by rain

Koibito yo, soba ni ite
Kogoeru watashi no soba ni ite yo
Soshite hitokoto kono wakarebanashi ga
Joudan dayo to waratte hoshii

My dear lover, please stay beside me
And just tell me this divorce is kidding
With laughing

Jarimichi wo kakeashi de
Marason bito ga yuki sugiru
Marude boukyaku nozomu yoni
Tomaru watashi wo sasotteru

A jogging man is passing through
On a pebbles street
He induce me who stand still
As if he wanted me to forget

Koibito yo, sayonara
Kisetsu wa megutte kuru keredo
Anohi no futari yoi no nagareboshi
Hikatte wa kieru mujou no yumeyo

My dear lover, now I say good-bye
The seasons rotate, though
Two of us of those days
A shooting star in that evening
Shine and disappear, heartless dream

Koibito yo, soba ni ite
Kogoeru watashi no soba ni ite yo
Soshite hitokoto kono wakarebanashi ga
Joudan dayo to waratte hoshii

My dear lover, please stay beside me
And just tell me this divorce is kidding
With laughing

Kamis, 04 November 2010

aku ingin pulang -ebiet g ade


ke manapun aku pergi
bayang-bayangmu mengejar
bersembunyi di manapun
slalu engkau temukan
aku merasa letih dan ingin sendiri

kutanya pada siapa
tak ada yang menjawab
sebab semua peristiwa
hanya di rongga dada
pergulatan yang panjang dalam kesunyian

aku mencari jawaban di laut
kuseret langkah menyusuri pantai
aku merasa mendengar suara
menutupi jalan
menghentikan petualangan

ke manapun aku pergi
slalu ku bawa-bawa
perasaan yang bersalah datang menghantuiku
masih mungkinkah pintumu ku buka
dengan kunci yang pernah kupatahkan

lihatlah aku terkapar dan luka
dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa
aku ingin pulang